Pernahkah Anda mengunjungi sebuah website, tapi yang muncul hanya layar putih kosong tanpa pesan error atau petunjuk apa pun? Fenomena ini dikenal sebagai White Screen of Death (WSOD) atau Blank Page, dan bisa sangat menjengkelkan, baik bagi pengunjung maupun pemilik website.
Layar putih ini berbeda dengan “Error 500” atau “404 Not Found” yang masih menampilkan pesan. WSOD justru seperti website “hilang” tanpa penjelasan. Lalu, apa penyebabnya dan bagaimana cara memperbaikinya? Simak penjelasannya!
PHP adalah bahasa pemrograman yang banyak digunakan di website. Jika ada sintaks yang salah, plugin atau tema tidak kompatibel, atau fungsi yang rusak, server mungkin gagal memprosesnya dan hanya menampilkan layar putih.
Setiap website memiliki batas memori (memory limit) yang dialokasikan oleh server. Jika script membutuhkan lebih banyak memori daripada yang tersedia, website bisa crash dan menampilkan WSOD.
Di platform seperti WordPress, plugin atau tema yang tidak kompatibel sering menjadi biang kerok WSOD. Terutama jika baru di-update atau terjadi konflik dengan plugin lain.
Jika server hosting mengalami overload, down, atau kesalahan konfigurasi, website mungkin tidak bisa dimuat sama sekali, hanya menampilkan layar putih.
File-file penting seperti index.php, .htaccess, atau library inti (seperti WordPress core files) yang korup atau terhapus bisa menyebabkan website tidak muncul.
Tambahkan kode berikut di file wp-config.php:
define('WP_DEBUG', true);
define('WP_DEBUG_LOG', true);
define('WP_DEBUG_DISPLAY', false);
?>
Ini akan mencatat error di wp-content/debug.log, membantu Anda menemukan sumber masalah.
Masuk ke server via FTP/cPanel, lalu rename folder /wp-content/plugins/ ke /plugins.old/ untuk menonaktifkan semua plugin.
Jika website kembali normal, aktifkan plugin satu per satu untuk menemukan yang bermasalah.
Lakukan hal serupa untuk tema dengan mengganti ke tema default (misalnya Twenty Twenty-Four).
Tambahkan di wp-config.php:
define('WP_MEMORY_LIMIT', '256M');
?>
Atau ubah memory_limit di php.ini jika Anda memiliki akses.
Kadang, file .htaccess korup. Rename menjadi .htaccess.old, lalu buat baru dengan kode default WordPress.
Pastikan versi PHP di hosting kompatibel dengan CMS Anda. Jika terlalu lama, upgrade ke versi terbaru (misalnya PHP 8.1+).
Jika semua gagal, kembalikan website dari backup terakhir yang masih berfungsi.
White Screen of Death bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari error PHP, masalah plugin, hingga server down. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa mendiagnosis dan memperbaikinya.
Jika masih bingung, hubungi developer atau layanan hosting Anda untuk bantuan lebih lanjut. Jangan biarkan website Anda “terkubur” dalam layar putih—segera perbaiki sebelum kehilangan pengunjung!